Postingan

Menampilkan postingan dengan label Belajar Saham

UPDATE KINERJA EMITEN ADRO

Gambar
Sumber: Annual Report Company Saya akan coba menuliskan update kinerja beberapa emiten yang menjadi  watchlist  ketika laporan keuangan terbaru telah keluar. Tulisan pertama mengenai ADRO sudah di publish tanggal 26 Oktober 2025, sekitar 5 bulan yang lalu saat harga ADRO berada di kisaran harga Rp.1.760/lembar saham ( baca disini  ). Sekarang kita coba lihat kinerja perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan Tahun 2025 dan Annual Report nya.  Btw,  harga saat tulisan ini dipublish berada dikisaran Rp, 2.620/lembar saham.  Lanjuutt…  Alamtri adalah induk perusahaan yang menaungi pilar bisnis Alamtri Eco dan Alamtri Geo (sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya). Alamtri Geo pada bisnis batu bara metalurgi nya per akhir tahun 2025 memiliki  total cadangan dan total sumber daya sebesar 178,1 Juta Ton dan 996,9 Juta Ton  yang berada di Kalimatan Tengah dan Kalimantan Timur. Sumber: Annual Report Company Total produksi batu bara metalurgi sebesar 7,4...

Harga Itu Apa yang Kamu Bayar, Nilai Itu Apa yang Kamu Dapat: Sebuah Paradoks Psikologi

Gambar
  Artikel ini dibuat berdasarkan referensi dari tulisan Howard Marks di OakTree Capital Management. Penulis mendapatkan banyak insight sehingga muncul artikel ini. Oke, kita mulai… suatu aset investasi baik saham, obligasi, properti, dan sebagainya memiliki nilai “intrinsik” atau nilai wajar. Nilai wajar ini bersifat subjektif karena perhitungannya bisa berbeda beda antara satu orang dengan lainnya. Bahkan perhitungan nilai wajar yg kita hitung bisa berbeda dengan analisa dari AI ( Artificial Intelligent ) yg saat ini menjadi sumber utama pencarian sebagian banyak orang. Menurut penulis, nilai wajar itu berasal dari “ fundamental ” aset tersebut seperti laba perusahaan, proyeksi laba kedepannya, bagaimana manajemen mengelola perusahaan, aset yang dimiliki perusahaan tersebut, keunggulan produknya, persaingan pasar dll… akhirnya total dari faktor  fundamental  tersebut yang menjadi “earning power” sehingga menentukan berapa nilai wajar aset tersebut. Definisi “ earning pow...

Investasi Saham, Cara Memulai Perjalanan Cuan Tanpa Perlu Jadi Jenius Matematika

Gambar
Semakin berkembangnya teknologi mempermudah kita dalam segala hal, salah satunya adalah cara kita berinvestasi. Dengan menggunakan ponsel, kita bisa berinvestasi dengan mudah dimana saja. Kita akan memulai artikel ini dengan membahas instrument investasi. Di Indonesia, instrument investasi ada bermacam-macam, ada Emas, Deposito, Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham, Reksadana Indeks, Obligasi Pemerintah (Surat Berharga Negara,Surat Utang Negara,Obligasi Republik Indonesia, dll). Dulu, pertama kali penulis masuk ke dunia investasi, investasi pertama yang penulis coba adalah reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Penulis memilih instrument tersebut karena risiko  loss  yang rendah walaupun imbal hasil juga tidak setinggi instrument saham. Kemudian setelah merasakan imbal hasil dari investasi yang sudah dilakukan, penulis ingin mencoba instrument lain yang memiliki imbal hasil lebih tinggi dari reksadana, yaitu instrument saham. Pengalam...

PELAJARAN INVESTASI DARI PETER LYNCH PART 2

Gambar
Peter Lynch adalah investor  kondang  yang terkenal dengan pembagian kategori saham menjadi enam kategori, yaitu  Slow Growers  (Pertumbuhan Lambat),  Stalwarts  (Pertumbuhan Moderat/Kuat),  Cyclicals  (Saham siklus),  Asset Plays  (Aset Tersembunyi)  Turnarounds  (Berbalik arah/pemulihan), dan  Fast Growers  (Pertumbuhan Cepat/saham-saham  niche ). Dari enam kategori diatas, Peter Lynch menyukai perusahaan yang memiliki  niche.  Kita bahas satu persatu.. Slow Growers  (Pertumbuhan yang lambat)  adalah perusahaan yang pada awalnya berkembang cepat, namun mulai kehabisan tenaga, kehilangan momentum dan mengalami penurunan kinerjanya. Kebanyakan perusahaan kategori ini (walaupun tidak semuanya) akan mengalami perlambatan, namun keunggulannya adalah mereka rajin membayarkan dividen. Stalwarts  (Pertumbuhan Moderat/Kuat)  adalah perusahaan yang telah mapan (biasa disebut  Bluechip )...

PELAJARAN INVESTASI DARI PETER LYNCH PART 1

Gambar
  Peter Lynch adalah salah satu investor terkenal yang menjadi tokoh inspiratif penulis dalam melakukan investasi. Dia dikenal sebagai Manajer Investasi yang berkinerja terbaik dengan keuntungan rata-rata setiap tahun sebesar 29,2% selama tahun 1977–1990 saat ia bekerja di Fidelity’s Magelland Fund. Salah satu pendapat Peter Lynch yang paling disukai penulis adalah Investor ritel mempunyai keuntungan dan bahkan dapat menghasilkan imbal hasil lebih baik dibandingkan manajer investasi professional ( Big Fund ). Menurut penulis, pendapat ini sangat relate dengan kita sebagai investor ritel. Kenapa investor ritel dianggap lebih diuntungkan? Karena para professional (Manajer Investasi) dibatasi untuk berinvestasi hanya dalam beberapa tipe tertentu, biasanya tipe perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar ( Big Cap ). Padahal banyak peluang pasar yang menarik dan menghasilkan keuntungan besar dari perusahaan kecil ( Small Cap ) dan menengan ( MidCap ). Manajer Investasi tidak...

Bongkar Rahasia Harga Saham: Pahami Valuasi Dasar Ini

Sebelumnya penulis membuat artikel mengenai beberapa emiten yang menurut analisa penulis memiliki prospek bagus. Di akhir artikel ada beberapa rasio saham yang penulis sampaikan untuk menjelaskan mengenai kondisi sekarang berdasarkan laporan keuangan dan target harga dari emiten tsb. Namun ada beberapa teman yang bertanya mengenai apa maksud dari rasio tersebut dan bagaimana rasio tersebut bisa menentukan target harga saham. Menggunakan rasio keuangan adalah salah satu cara paling sederhana untuk menentukan valuasi saham. Tiga rasio yang paling sering digunakan investor adalah  ROE (Return on Equity) ,  PBV (Price to Book Value) ,dan  PER (Price to Earnings Ratio) . Di artikel kali ini penulis akan menjelaskan satu persatu rasio tersebut. ROE (Return on Equity): Seberapa Canggih Perusahaan Mengelola Modal? ROE ( Return on Equity)  mengukur seberapa jago perusahaan menghasilkan laba dari modal yang dimiliki pemegang saham. Semakin tinggi ROE, semakin baik perusa...