Navigasi Saham AVIA Menuju 2026: Prospek Cerah di Tengah Ekspansi Kota Mandiri dan Pemulihan Properti
Brand Avian sudah tidak asing lagi didengar oleh kita, perusahaan yang awalnya hanya menjual cat, kini memiliki beberapa produk meskipun produk utamanya adalah cat. Jika kita berbicara tentang Avian, pasti kita teringat oleh seorang konglomerat dari Jawa Timur, yaitu Hermanto Tanoko. Beliau adalah sosok dibalik suksesnya perusahaan Avia, jabatannya di perusahaan adalah Komisaris Utama. Awal mulanya perusahaan Avian Brands dibangun tahun 1978 di Sidoarjo, Jawa Timur yang didirikan oleh Bapak dari Hermanto Tanoko yaitu Soetikno Tanoko dengan fokus usaha pada cat kayu dan cat besi. Sejak awal memang perusahaan sudah memiliki visi jangka panjang untuk menjadi pemain utama dalam industri cat nasional dengan mengintegrasikan fasilitas produksi bahan baku dan kemasan dalam satu lokasi. Kemudian perusahaan mencatatkan sahamnya di BEI pada akhir tahun 2021 dengan kode saham AVIA dengan harga penawaran Rp.930/lembar saham.
Kegiatan usaha AVIA cukup banyak dan tidak hanya di industri cat saja, tetapi juga ada industri pernis seperti pelarut komposit organik dan tiner, industri lak (termasuk industri dempul dan plamur), industri perekat/lem, industri mortar/beton siap pakai, industrial damar buatan dan bahan baku plastik (bijih plastik murni), industri kimia dasar yang menghasilkan bahan kimia organik, zat warna dan pigmen, industri ember/kalengldrum/wadah sejenis dari logam dan industri besar cat. Salah satu hal yang penulis suka dari perusahaan ini adalah mereka memperkuat R&D sehingga dapat berinovasi dalam segi bahan baku dan produknya. Berkat adanya R&D, perusahaan tidak terlalu bergantung pada pihak eksternal namun juga dari internal dapat membuat bahan bakunya sendiri seperti resin, pigmen, bahan baku kalsium hingga wadah cat nya (kaleng kemasan berbahan logam). Bahan produksi yang bergantung pada eksternal dan mempengaruhi biaya pokok produksi adalah oil price. Pada proses distribusi, perusahaan memiliki armada kendaraan pribadi yang memastikan kualitas dan keamanan cat hingga sampai ke berbagai titik penjualan dengan tepat waktu.
Selanjutnya kita melihat seberapa kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang, karena volume yang besar secara konsisten dan efisien tidak hanya menjamin ketersediaan produk di pasar, tetapi juga berkontribusi pada pengendalian biaya dan profitabilitas. Perusahaan memiliki keunggulan produksi yang ditopang oleh kapabilitas manufaktur yang terintegrasi secara vertikal, termasuk kemampuan untuk memproduksi sebagian bahan baku secara internal seperti yang penulis jelaskan di paragraf sebelumnya. Pendekatan ini memberikan kontrol yang lebih besar terhadap kualitas, pasokan, dan biaya produksi. Kinerja operasional fasilitas manufaktur perusahaan pada tahun 2024 sebagai berikut:
- Total Produksi 2024: 197.339 metrik ton, mencatat peningkatan sebesar 9,30% dari tahun sebelumnya.
- Kontribusi Pabrik Sidoarjo: 137.950 metrik ton (mencakup 69,91% dari total produksi).
- Kontribusi Pabrik Serang: 59.389 metrik ton (mencakup 30,09% dari total produksi).

Komentar
Posting Komentar